“Saya Anak Stasiun Kereta”

:: OLEH-OLEH DARI PESANTREN SPMAA, TURI, LAMONGAN ::

Niat awal kami memang bersilaturrahim pada seorang kawan yang habis opname dari RS. Rupanya beliau tidak langsung pulang ke rumanya di Kota Lamongan, melainkan mau recovery dulu di Pesantren SPMAA (Sumber Pendidikan Mental Agama Allah), sebuah pesantren yang didirikan ayah beliau (almarhum Bapak Guru Mochtar) dan kini diteruskan oleh adik-adik beliau.

Maka, selain menjenguk beliau, akhirnya kami juga diperkenalkan lebih jauh tentang SPMAA. Dipandu oleh adik beliau yang juga sebagai direktur yayasan, kami diperjalankan keliling melihat sisi-sisi pesantran yang terletak di Desa Turi, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.

Dalam perjalanan itu, melintas seorang santri. Entah sebagai basa-basi atau apa, kami sempat menanyakan asal santri tersebut. “Berasal dari mana Dik?” tanyaku. “Dari stasiun,” jawabnya singkat.

“Ah, pandai bergurau rupanya anak itu,” gumanku dalam hati. Tapi ketika kami tegaskan lagi pertanyaan tentang asalnya, dia tetap menjawab dari stasiun kereta. Kami terhenyak, sebab berharap jawaban yang keluar dari mulut anak itu adalah Madiun atau Bojonegoro, atau kota dan daerah lainnya. (lebih…)

Iklan