Memeluk Laut Terbakar Api

aku memeluk laut biru
mencengkeram dan mengangkangi
tapi aneh aku terbakar api

kulitku mengelupas
ototku hitam legam arang
rontok menjadi abu kelabu

aku berderai-derai
jantungku melesat menohok matahari
hatiku menukik membelah bumi

otakku semburat menghambur angin
darahku muncrat mengelap debu
tulangku terurai menerjang badai

kini jiwaku bebas tak bertepi
lepas menumpas riuhnya sepi
aku berkelana melintas batas dimensi

Sidojangkung, 20 Maret 2008

Mohammad Nurfatoni

Puisi ini kali pertama diterbitkan di pojokhati 3 Juni 2011

Diterbitkan oleh M Nurfatoni

Pembaca. Penulis. Pemotret. Pekerja.

Tinggalkan komentar