Desas-desus

Rizal, bukan nama sebenarnya, akhir-akhir ini terlihat rikuh dalam berkomunikasi dengan kawan-kawan sekantornya.  Sebab hampir seluruh karyawan sekantornya, lebih-lebih yang senior, memperlihatkan sikap kurang bersahabat—sikap yang tidak dirasakannya pada pekan-pekan sebelumnya. Ada apa gerangan? Ternyata telah berkembang desas-desus bahwa dirinya akan dipromosikan untuk menduduki salah satu jabatan manajer. Sebagai karyawan muda, dia merasa tidak enak dengan isuLanjutkan membaca “Desas-desus”

Beri peringkat:

Perjalanan Menemukan Tuhan

1perkenalanku denganmu memang dipaksakan keadaanturun-temurun mewaris dalam garis keturunantak ada tanya penuh selidik apalagi pemberontakansemua harus diterima meski akal dalam tekanan dibilang kau ada tapi aku tak pernah berjumpabertahun-tahun aku mencari dalam kelanatak ada jawab bagi jiwaku yang meranadi mana kini kau sedang berada saling silang jawab yang pernah kudapatkatanya kau ada di atas arsyLanjutkan membaca “Perjalanan Menemukan Tuhan”

Beri peringkat:

Bisikan tanpa Bunyi

heranlolongan loudspeaker dari atas mihrabyang terhormat itusama sekali tak kudengarmungkin karena terlalu keras memekakatau karena suara itu telah menjelma rutinyang merampas minatatau karena aku kini benar-benar tuli kukorek lubang kupingku jauh ke dalamjangan-jangan ada batu yang membuntuharus aku cukiltapi sampai tembus lubang kuping yang satuaku tetap tak mampu mendengar aku kesalkupotong kedua daun telingankuaku takLanjutkan membaca “Bisikan tanpa Bunyi”

Beri peringkat: