heranlolongan loudspeaker dari atas mihrabyang terhormat itusama sekali tak kudengarmungkin karena terlalu keras memekakatau karena suara itu telah menjelma rutinyang merampas minatatau karena aku kini benar-benar tuli kukorek lubang kupingku jauh ke dalamjangan-jangan ada batu yang membuntuharus aku cukiltapi sampai tembus lubang kuping yang satuaku tetap tak mampu mendengar aku kesalkupotong kedua daun telingankuaku takLanjutkan membaca “Bisikan tanpa Bunyi”
Arsip Kategori: Sastra
Memeluk Laut Terbakar Api
aku memeluk laut birumencengkeram dan mengangkangitapi aneh aku terbakar api kulitku mengelupasototku hitam legam arangrontok menjadi abu kelabu aku berderai-deraijantungku melesat menohok mataharihatiku menukik membelah bumi otakku semburat menghambur angindarahku muncrat mengelap debutulangku terurai menerjang badai kini jiwaku bebas tak bertepilepas menumpas riuhnya sepiaku berkelana melintas batas dimensi Sidojangkung, 20 Maret 2008 Mohammad Nurfatoni PuisiLanjutkan membaca “Memeluk Laut Terbakar Api”
Hijrahmu Rindumu
hati muhajir sedang berdesir
meski begitu tak usah kuatir
kaum anshar sedang bersyair
menunggu kawan sedang terusir