I Sejenak aku mengenang masa-masa indah penuh hasrat saat pertama aku terkurung oleh perjumpaan yang menggelora yang kemudian aku ikat erat dalam perjalanan waktu bersamamuada sekian catatan tertoreh dalam lembaran-lembaran hidupku saat bening sorot matamu memancarkan cahaya warna-warnilaksana lukisan jiwa yang menyemburkan aneka kembang wangiaku kalut oleh kilatan-kilatan yang menggoda kejernihan hatiterjerat dalam balutan indah pelangi yangLanjutkan membaca “Tertawan Cinta Menawan”
Arsip Tag:Sastra
Bisikan tanpa Bunyi
heranlolongan loudspeaker dari atas mihrabyang terhormat itusama sekali tak kudengarmungkin karena terlalu keras memekakatau karena suara itu telah menjelma rutinyang merampas minatatau karena aku kini benar-benar tuli kukorek lubang kupingku jauh ke dalamjangan-jangan ada batu yang membuntuharus aku cukiltapi sampai tembus lubang kuping yang satuaku tetap tak mampu mendengar aku kesalkupotong kedua daun telingankuaku takLanjutkan membaca “Bisikan tanpa Bunyi”