Puasa yang Memenjarakan Tuhan

Ramadan 1428 datang menghampiri kita. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan kita sambut dengan semangat suka cita, Marhaban ya Ramadan! Terkandung juga semangat perubahan di dalamnya. Berubah dan berbenah ke arah yang lebih baik, seperti pesan puasa itu sendiri Namun, di samping mengandung semangat optimisme, ada pertanyaan penting yang perlu dikemukakan, berkaitan dengan semangat perubahan itu. BenarkahLanjutkan membaca “Puasa yang Memenjarakan Tuhan”

Beri peringkat:

Manusia sebagai Tuhan?

Sekalipun manusia adalah “puncak” ciptaan Allah, tetapi sesungguhnya manusia tidak diperkenankan untuk memposisikan dirinya lebih jauh dari itu. Diantara perilaku manusia yang telah menyimpang dari desain itu adalah sikap eksploitasi manusia terhadap alam. Sebab, betapa pun alam ini memang benar berkedudukan lebih rendah dari manusia, namun pada dasarnya seluruh alam dan manusia adalah sama­sama ciptaanLanjutkan membaca “Manusia sebagai Tuhan?”

Beri peringkat:

Orang Bertuhan Alam?

Menurut desain Allah, manusia adalah “puncak” ciptaan­Nya (At Tiin/95:4). Desain yang demikian itu menempatkan seluruh alam berada dalam martabat yang lebih rendah daripada manusia. Direndahkannya (bukan dihinakan) kedudukan alam di bawah manusia ini dalam Islam dikenal dengan konsep taskhir (dari kata-kata sakhkhara, merendahkan atau menundukkan), Dan Dia (Allah) merendahkan bagi kamu semua apa yang adaLanjutkan membaca “Orang Bertuhan Alam?”

Beri peringkat: