Guru, di mana aku bisa bertemu Tuhanku?di langit bersaf tujuh?di altar penyembelihan hewan kurban?di mihrab-mihrab masjid yang berlantai pualam?pada bangunan kubus tua peninggalan Ibrahim itu?atau pada padang makrifat yang membisu? Guru, di mana aku bisa bertemu Tuhanku?pada jamuan malam para pemuja harta?pada pojok penderitaan kaumku?pada perut kosong yang papa?atau pada jiwaku yang membeku?pada ragaku yangLanjutkan membaca “Guru, Tuhan di Mana?”
Arsip Tag:Pak Muh
Haji dan Meluasnya Tanggung Jawab Sosial
Hari ini jamaah calon haji Indonesia sudah berada di Kota Makkah, Arab Saudi. Mereka akan memenuhi panggilan Allah, menunaikan rukun Islam kelima. Menarik untuk menghubungkan makna haji dengan konsep akhlakul karimah. Selama ini akhlakul karimah (budi pekerti luhur) sering dipahami sebagai sopan santun, unggah-ungguh, adab, atau tata krama. Tapi, saya tercengang ketika mendapatkan makna yang sangat dalam tentang akhlakulLanjutkan membaca “Haji dan Meluasnya Tanggung Jawab Sosial”
Puasa, Deformasi Tubuh, dan Jati Diri Baru
Puasa menurut Pak Muh (almarhum Muhammad Zuhri) adalah cara baru menangani pengelolaan semesta, setelah setahun cara-cara lama tak lagi ampuh, usang, atau lapuk. Puasa berarti melakukan penjungkirbalikan (deformasi) pada semua sistem yang ada dalam tubuh, baik sistem metabolisme atau sistem psikologis. Puasa menjungkirbalikkan semua keadaan. Kebiasaan makan sehari 3 kali diubah jadi 2 kali. SaatLanjutkan membaca “Puasa, Deformasi Tubuh, dan Jati Diri Baru”