Puasa, Deformasi Tubuh, dan Jati Diri Baru

1. Puasa menurut Pak Muh (almarhum Muhammad Zuhri) adalah cara baru menangani pengelolaan semesta, setelah setahun cara-cara lama tak lagi ampuh, usang, atau lapuk.

2. Puasa berarti melakukan penjungkirbalikan (deformasi) pada semua sistem yang ada dalam tubuh, baik sistem metabolisme atau sistem psikologis.

3. Puasa menjungkirbalikkan semua keadaan. Kebiasaan makan sehari 3 kali diubah jadi 2 kali. Saat ingin makan malah dicegah. Saat malas makan malah disuruh (sahur).

4. Tubuh yang biasa disuplai kalori dari luar tiba-tiba terhenti saat sedang berpuasa. Energi keluar terus tapi kalori tidak masuk. 5. Sebagai gantinya, sel-sel dalam daging, tulang, kulit, atau otak dibakar untuk menjamin energi tersedia saat sedang menjalani puasa Ramadhan.

6. Akibatnya, sel-sel tubuh berguguran; badan orang yang puasa menjadi kurus; dan tumbuhlah sel-sel baru.

7. Sel-sel lama yang mengandung rekaman dosa tergantikan oleh sel-sel baru yang masih bersifat alamiah dan suci. Inilah hebatnya puasa.

8. Sel-sel baru yang suci buah puasa inilah yang setahun ke depan akan mengubah dan mengoperasikan sistem tubuh dan perbuatan diri.

9. Maka orang yang berpuasa akan diampuni dosa-dosanya dan ia akan menemukan jati diri baru saat idul fitri tiba. Masa lalunya telah gugur, tergantikan jadi diri yang baru.

10. Semoga, puasa Ramadhan ini menjadi jalan baru untuk mengubur masa lalu yang kelam menjadi masa depan yang cerah, penuh cahaya; penuh ampunan. Amien!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s