Sakit dan Gizi Ruhani

Tak ada yang berharap sakit, tapi seringkali sakit itu dibutuhkan oleh ruhani. Karena dalam sakit kita tersadar, betapa tubuh tak kuasa atas serangan penyakit, yang seringkali hanya dilakukan makhluk kecil.

Terhadap serangan makhluk super-kecil saja kita ambruk dan sakit, maka sebenarnya kita tersadar dari mana sumber kekuatan itu? Jadi nampaknya sakit itu datang sebagai semacam cambuk peringatan, “Lu jangan sok gagah deh!

Mungkin merasa sok gagah, ayu, kaya, atau kuasa, menjadi modal kesombongan, lalu kita lupakan jati diri dan bahkan kuasa Tuhan.

Maka, seperti cambuk, sakit itu bisa melecutkan kembali kesadaran, bahwa ada kuasa sejati di balik kuasa kita. Oleh karena itu, bagi yang sedang sakit, nikmatilah! Itulah jamuan ruhani yang sedang disuguhkan Tuhan!

Jika kita gagal menikmati, maka sakit hanya pada sakit; namun jika kita bisa menikmatinya, ia akan menjadi supergizi kehidupan.

Maka dalam sakit, berdzikirlah, introspeksilah, membacalah, atau buatlah tulisan, semoga berguna bagi dirimu dan lainnya.

Dan yang juga tak kalah penting, dalam sakit istirahatkan dirimu dari hiruk-pikuk dunia yang sering merobotkanmu! Sakit adalah jeda sejenak.

Mohammad Nurfatoni
*) Ditulis saat sakit, beberapa tahun lalu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s