Pemimpin yang Menggerakkan

untuk Presiden

Siapakah saya sesungguhnya? Apakah saya seorang pemimpin? Apakah saya punya potensi untuk mengubah atau memperbaiki keadaan?

Berbicara pengaruh perubahan berarti berbicara tentang kepemimpinan. Kepemimpinan adalah suatu proses di mana seseorang punya pengaruh dalam suatu kelompok untuk menggerakkan individu lain meraih tujuan bersama.

Pemimpin adalah seorang yang mampu melakukan perubahan dengan menggunakan pengaruhnya. Maka pemimpin bukan hanya merujuk pada para pemangku jabatan formal tertentu semacam presiden, menteri, direktur, atau ketua RT.

Pemimpin adalah siapa pun yang mampu menggerakkan perubahan: nabi, kyai, guru, penulis, motivator, pelatih, atau politikus.

Oleh karena itu kepemimpinan adalah sebuah keniscayaan: “Setiap kamu adalah pemimpin, dan akan bertangungjawab atas apa yang telah dipimpinnya” (Nabi SAW). Keniscayaan itu bukan saja karena kita semua berpotensi menjadi pemimpin, melainkan juga karena kita meniscayakan perbaikan kualitas hidup.

Sementara perbaikan kualitas terjadi karena perubahan-perubahan dan perubahan-perubahan terjadi oleh kepemimpinan yang menggerakkan.

Bagaimana Anda Berpengaruh dan Menggerakkan?
Pertama, Anda harus punya integritas. Integritas adalah kesetiaan pada kebenaran atau satunya pemikiran, kata, dan perbuatan. Ibarat seorang guru, pemimpin haruslah digugu dan ditiru. Maka, memimpin dimulai dari diri sendiri. Pimpinlah diri Anda untuk (berproses) setia pada prinsip kebenaran.

Jika Anda sudah memiliki integritas, maka Anda akan mampu menggerakkan, sebab integritas diri Anda akan menimbulkan gelombang perubahan. Bacalah fragmen kepemimpinan Nabi SAW yang berkaitan dengan integritas diri pada peletakkan batu hajar aswad. Berkat integritas “al-amin” beliau dipercaya para kabilah untuk memimpin peletakan batu itu di Ka’bah.

Kedua, Anda harus punya visi atau cita-cita bersama (impian, berpikir besar, perspektif baru, dan cita-cita besar). Bagaimana mereka terpengaruh dan tergerakkan jika tanpa cita-cita yang hendak diperjuangkan. Maka canangkan cita-cita bersama; dan kejarlah!

Ketiga, Anda harus punya keberanian. Dengan keberanian, Anda bisa mengambil inisiatif, tanggungjawab, rela berkorban, dan siap dengan risiko. Pemimpin adalah pahlawan (hero). Pemimpin harus hadir dalam dilema-dilema kaumnya, dalam kesulitan, ketakutan, atau ketidakpastian. Pemimpin harus hadir dan mengambil peran dalam menyelesaikan tantangan itu. Dan itu butuh keberanian. [*]

Mohammad Nurfatoni, sedang memimpin sebuah perusahaan bisnis, pernah memimpin organisasi sosial.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s