SARA

Sekalipun diindikasikan berbau ‘permainan’ politik tingkat tinggi, kasus-kasus konflik dan pertentangan yang berbau agama semacam kasus Ketapang dan Kupang [juga Ambon dan Poso] menunjukkan masih rentannya sentimen keagaman pada masyarakat kita. Ini sangat ironis dengan berbagai wajah yang ingin diwujudkan oleh pira elit agama. Dalam berbagai kesempatan, kita melihat beberapa tokoh penting dari berbagai agamaLanjutkan membaca “SARA”

Beri peringkat:

Manusia sebagai Tuhan?

Sekalipun manusia adalah “puncak” ciptaan Allah, tetapi sesungguhnya manusia tidak diperkenankan untuk memposisikan dirinya lebih jauh dari itu. Diantara perilaku manusia yang telah menyimpang dari desain itu adalah sikap eksploitasi manusia terhadap alam. Sebab, betapa pun alam ini memang benar berkedudukan lebih rendah dari manusia, namun pada dasarnya seluruh alam dan manusia adalah sama­sama ciptaanLanjutkan membaca “Manusia sebagai Tuhan?”

Beri peringkat:

Orang Bertuhan Alam?

Menurut desain Allah, manusia adalah “puncak” ciptaan­Nya (At Tiin/95:4). Desain yang demikian itu menempatkan seluruh alam berada dalam martabat yang lebih rendah daripada manusia. Direndahkannya (bukan dihinakan) kedudukan alam di bawah manusia ini dalam Islam dikenal dengan konsep taskhir (dari kata-kata sakhkhara, merendahkan atau menundukkan), Dan Dia (Allah) merendahkan bagi kamu semua apa yang adaLanjutkan membaca “Orang Bertuhan Alam?”

Beri peringkat: