“Ganti saja UUD 1945 dengan konstitusi yang baru!” Begitulah salah satu pendapat yang berkembang berkaitan dengan proses amandemen UUD 1945 yang sedang berlangsung. Pendapat seperti ini, diantaranya dilontarkan oleh Dr. Ir. Sri Bintang Pamungkas. Luar biasa! Lontaran itu cukup berani, bukan saja bagi ukuran rezim otoriter Orde Baru yang pernah mengharamkan segala perubahan terhadap UUDLanjutkan membaca “Keniscayaan Amandemen Pasal 29”
Arsip Penulis:M Nurfatoni
Masjid Merah Berdarah
Masjid dikepung, diserbu, dan rakyat dibunuh. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana itu bisa terjadi? Rakyat, sebagiannya adalah pelajar, dibantai oleh pemimpinnya sendiri—yang seharusnya berkewajiban mengayominya. Bagaimana bisa terjadi, masjid tempat suci itu, yang di dalamnya terdapat kompleks pesantren Jamiah Sayyidah Hafsah, berubah menjadi kuburan massal. Tembakan, ledakan, dan gas syaraf bercampur-aduk dengan nafsu kekuasaan rezimLanjutkan membaca “Masjid Merah Berdarah”
Satu Rumah Banyak Agama?
Larangan kawin beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki non-Islam, sudah tidak relevan lagi. (Ulil Abshar-Abdalla, “Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam”, Kompas, 18/11/02) Pendapat Ulil di atas dilandasi oleh keinginan bahwa umat Islam hendaknya tidak memandang dirinya sebagai “masyarakat” atau “umat” yang terpisah dari golongan yang lain. Menurut Ulil, umat manusia adalahLanjutkan membaca “Satu Rumah Banyak Agama?”