Tawuran Pelajar dan Keharusan Introspeksi Orang Tua

Soal tawuran antarpelajar, saya kira tanggung jawab sebenarnya tetap pada orang tua. Sekolah hanyalah “titipan” sementara.  Orang tua berperan besar dalam pembentukan karakter anak. Sementara sekolah adalah tempat orang tua ‘menitipkan” anak dalam menimba ilmu. Kenapa sekolah, karena tentu saja ada keterbatasan orang tua dalam penguasaan banyak ilmu; sementara sekolah bisa merekrut banyak guru. BerbagaiLanjutkan membaca “Tawuran Pelajar dan Keharusan Introspeksi Orang Tua”

Beri peringkat:

Demokrasi Memilihkan, Belum Menyejahterakan

Saya mencoba menulis tentang (praktik) demokrasi, tanpa teori muluk tapi hanya dari kejujuran hati, atau keluguan, yang terdalam. Demokrasi memang telah berhasil memenangkan seorang kandidat; tapi saya tak yakin demokrasi telah memilihkan kita pemimpin terbaik. Karena demokrasi lebih mewadai popularitas dan elektabiltas; siapa yang populer dan digemari maka ia akan dikenal dan pada akhirnya iaLanjutkan membaca “Demokrasi Memilihkan, Belum Menyejahterakan”

Beri peringkat:

17 Prinsip Dasar Komunikasi

Mendengar lebih sulit daripada berbicara. Berbicara lebih sering sesuai kehendak pribadi sementara mendengar kadang tidak cocok dengan kehendak pribadi. Berbicara seringkali menonjolkan ego, sedang mendengar bisa melunturkan ego. Mungkin telinga ada dua sebagai simbol bahwa mendengar harus lebih intensif dilakukan dibanding berbicara yang disimbolkan dengan satu mulut. Namun berbicara yang baik lebih kuat manfaatnya dibandingLanjutkan membaca “17 Prinsip Dasar Komunikasi”

Beri peringkat: