Di sebuah kebun anggur terlihat seorang lelaki dengan kedua kaki penuh luka. Ia tampak begitu kelelahan. Dari wajah tampannya terpancar gurat-gurat kesedihan yang mendalam. Dengan mata berkaca-kaca ia berguman: Duh Gusti Allah, kepada-Mu kukeluhkan kelemahanku, kurangnya dayaku, rendahnya diriku di mata manusia, Oh Yang Maha Pemurah, Kaulah Tuhan dari makhluk lemah, Kaulah Tuhanku, ke manaLanjutkan membaca “Kesendirian, Mikraj, dan Shalat”
Arsip Kategori: Sejarah Nabi
Tahun Duka Cita
“Merdeka” dari pemboikotan tidak membuat Rasulullah saw serta-merta bersuka cita. Sebab selepas tiga tahun (616 –619) diboikot, Rasulullah saw kembali diuji oleh peristiwa yang sangat menyedihkan. Paman beliau Abu Thalib (80) meninggal dunia. Tentu, meninggalnya Abu Thalib sangat berpengaruh pada Rasulullah saw, baik sebagai pribadi, kemenakannya, maupun dalam kedudukan beliau sebagai pembawa dan penyebar ajaranLanjutkan membaca “Tahun Duka Cita”
Pemboikotan, Konspirasi Quraisy
Khadijah, istri Rasulullah saw merasakan sengsaranya hidup dalam boikot, suatu keadaan yang belum pernah dialaminya—serba kekuarangan pangan, padahal beliau adalah orang kaya.