Sederhananya Puasa

Kita benar-benar berada dalam krisis ekonomi, bahkan puncak krisis ekonomi (paling tidak sampai tulisan ini diturunkan). Presiden Soeharto sendiri dalam pidato pengantar RAPBN 1998/1999 menyebut kondisi ini sebagai badai, meskipun dengan harapan (badai itu) pasti berlalu. Dipicu oleh terus melemahnya nilai rupiah terhadap US$ (saat tulisan ini dibuat, nilai tukar rupiah mencapai titik terendah Rp.Lanjutkan membaca “Sederhananya Puasa”

Beri peringkat:

Maksiat Tutup di Bulan Ramadhan?

Setiap (menjelang) Ramadhan, kita selalu diributkan dengan wacana harus-tidak ditutupnya berbagai tempat yang berkaitan dengan perilaku maksiat (lokaliosasi pelacuran, panti pijat, diskotek, night club). Dalam wacana itu kita ketemukan banyak pendapat yang pro; tetapi ada pula yang kontra. Sepintas alasan-alasan yang dikemukakan, baik yang pro maupun yang kontra, sangat logis. Akan tetapi jika ditelaah lebihLanjutkan membaca “Maksiat Tutup di Bulan Ramadhan?”

Beri peringkat:

Puasa dan Krisis Spiritualisme

SEJARAH peradaban manusia kini berada dalam zaman modern. Secara harfiah, modern berarti baru. Namun lebih jauh, ciri modern bukan saja dalam arti kebaharuannya, melainkan lebih termaknakan pada pola hidup yang teknikalisme, di mana teknik memegang peran sentral, dan pola hidup materialisme ­suatu pandangan hidup yang memberi tempat sangat tinggi pada kenikmatan lahiriyah. Tanpa disadari, polaLanjutkan membaca “Puasa dan Krisis Spiritualisme”

Beri peringkat: