Selain puasa yang lazim kita lakukan, tidak makan, minum, dan berhubungan intim suam istri, seharusnya juga jika kita mengendalikan indera lahiriyah kita: lidah dengan puasa bicara, telinga dengan puasa mendengar, dan mata dengan puasa melihat. Puasa inilah yang disebut puasa tarikat (Jalaluddin Rakhmat, Meraih Cinta llahi Pencerahan Sufistik, Rosda, 1999). Pertama, puasa bicara. Puasa bicaraLanjutkan membaca “Puasa Bicara, Mendengar, dan Melihat”
Arsip Kategori: Hikmah Ibadah
Pesan-Pesan Penting Puasa
IBADAH puasa memang “aneh”. Bagaimana tidak? Dalam puasa, kita dilarang mengkonsumsi makanan dan minuman halal, baik ditinjau dari sisi kepemilikan maupun dzatnya sebelum tiba waktunya. Kita juga dilarang melakukan hubungan intim dengan istri atau suami sah kita. Pesan apa dibalik “keanehan” tersebut. Pertama, puasa adalah peragaan penting pengendalian hawa nafsu. Kita diuji secara eksterm untukLanjutkan membaca “Pesan-Pesan Penting Puasa”
Puasa: Jangan Teror Umat Islam
SEORANG wanita sedang mencaci-maki pembantunya di bulan Ramadhan. Kabar ini didengar Rasulullah SAW. Beliau lalu mengutus seseorang untuk membawa makanan dan memanggil perempuan itu. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Makanlah makanan ini!” Perempuan itu menjawab, “Saya sedang berpuasa ya Rasulullah.” Rasulullah lalu menegurnya, “Bagaimana mungkin kamu berpuasa padahal kamu mencaci-maki pembantumu”. Sesungguhnya puasa adalah sebagai penghalangLanjutkan membaca “Puasa: Jangan Teror Umat Islam”