Kesendirian, Mikraj, dan Shalat

Di sebuah kebun anggur terlihat seorang lelaki dengan kedua kaki penuh luka. Ia tampak begitu kelelahan. Dari wajah tampannya terpancar gurat-gurat kesedihan yang mendalam. Dengan mata berkaca-kaca ia berguman: Duh Gusti Allah, kepada-Mu kukeluhkan kelemahanku, kurangnya dayaku, rendahnya diriku di mata manusia, Oh Yang Maha Pemurah, Kaulah Tuhan dari makhluk lemah, Kaulah Tuhanku, ke manaLanjutkan membaca “Kesendirian, Mikraj, dan Shalat”

Beri peringkat: