Suatu pagi pukul 06.30. Kompleks perumahan saya didatangi banyak loper koran—tepatnya koran kriminalitas terbitan Surabaya. Mereka berteriak-teriak menyebut nama komplek perumahan. Langsung terbayang dalam benak saya, wah pasti ada kejadian—kalau tidak kecelakaan ya kriminalitas—di perumahan yang terliput koran itu. Memang, dalam praktik pemasarannya, koran itu menerapkan penjualan langsung pada wilayah yang di dalamnya terliput kejadianLanjutkan membaca “Media, Ghibah, dan Aib Itu!”
Arsip Penulis:M Nurfatoni
Tuhan Terpenjara
Alkisah, seorang yang tidak percaya akan eksistensi Tuhan terdampar di lautan lepas; sendirian dalam tragedi perahu karam. Tidak ada pertolongan yang bisa diharapkan. Pikirannya lebih tertuju kepada kematian dari pada keselamatan. Namun, tiba-tiba dia berkata, “Tuhan, sekarang aku percaya Engkau ada. Selamatkan aku!”.
Tuhan Mengawasi Kita
Dia (Allah) beserta kamu di mana pun kamu berada, dan Allah maha Teliti akan segala sesuatu yang kamu kerjakan (Al Hadiid/57:4) Ketika kita percaya akan eksistensi Tuhan, maka sebagai konsekuensinya, kita selalu merasa diawasi—betatapun kita tidak mampu menangkap substansi (sosok)-Nya.