Jalan Termudah Menuju Kebaikan

Jalan Termudah

Dalam Islam, ditemukan banyak jalan menuju kebaikan. Ada yang berbiaya (mahal) sehingga tidak semua umat Islam sanggup menjalaninya seperti haji dan zakat. Ada pula jalan yang menuntut pengorbanan fisik yang luar biasa bahkan mempertaruhkan nyawa. Karena itu tidak semuanya sanggup menempuhnya, seperti melahirkan anak bagi perempuan atau jihad berperang di jalan Allah bagi kaum lelaki.

Tapi banyak pula jalan yang mudah dan ringan, dan bisa dilakukan oleh semua orang; apakah dia miskin atau kaya, lelaki atau perempuan, tua atau muda, penguasa atau rakyat jelata. Jalan apakah itu? Salah satunya adalah jalan yang diberikan oleh Nabi saw, yang kemudian dirumuskan sebagai ilmu menghadirkan.Lanjutkan membaca “Jalan Termudah Menuju Kebaikan”

Belajar Antikorupsi dengan Kerja Keras  

Pagi itu saya mengamati mesin-mesin cetak di pabrik yang sedang berputar berproduksi. Itu pertanda kerja keras dimulai. Riuh suara mesin yang abstrak itu seolah terdengar berkata, “Kerja keras … kerja keras …”

Kerja keras adalah logika akal sehat. Itu citra diri. Kami ingin dikenal dengan cucuran keringat, yang kadang bau tak sedap itu.

Bagaimana kami bisa survive, bertahan dan kemudian tumbuh berkembang, jika tanpa kerja keras. Ini logika akal sehat.

Kerja keras itu agar kami bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan memuaskan. Itu yang dimaksud citra diri.

Kami tidak ingin dikenang karena bau wangi pelicin atau segarnya fee. Kami hanya ingin dikenang dengan bau keringat.

Maka dengan kualitas pekerjaan dan layanan, kami memperkenalkan diri. Inilah bau keringat kami. Kami mencoba antikorupsi bukan dengan cara heroik berkoar-koar di mimbar TV, tapi dengan aksi diam-diam dalam kubangan kerja keras.

Memang dengan mencoba sikap antikorupsi ini, kami tidak dengan cepat melesat maju. Kami tumbuh bertahap, melangkah step by step.

Dan semoga Allah mengampuni karena kami sadar masih ada kemungkinan noda-noda kotor yang terselip di antara hasil usaha kami.

Tapi kami bangga dengan hasil keringat dan kerja keras seluruh komponen usaha. Semoga ini modal rezeki yang diberkahi.

Kadang kami sedih dan merasa terzalimi jika untuk survive kami harus kerja keras; tapi berita dan praktik korupsi merajalela.

Kadang hati kecil manusiawi kami berucap, korupsi itu enteng banget kerjanya, tapi hasilnya melimpah-ruah.

Tapi kalau sedang sadar, malah kami bersyukur. Seorang guru berpesan, soal rezeki itu yang terpenting sebersih-bersihnya. “Jadi ukuran baiknya rezeki itu bukan sebanyak-banyaknya, tapi sebersih-bersihnya,” pesan guru kami, almarhum Pak Muh. (*)

Mohammad Nurfatoni

Mesin perfect binding di Cakrawala

Curahan Hujan, Curahan Rahmat

hujanmlangi

Hujan yang dirindukan mulai sering bertandang. Awas, jangan di kemudian hari dibenci keajekannya karena engkau tak lagi rindu kepadanya. Hujan adalah rahmat Tuhan, mari berdoa dan bersyukur saat tercurah hujan dari langit.

Hujan, seperti juga sinar mentari, adalah sapaan ‘makhluk’ langit pada makhluk bumi. Langit adalah simbol sakral (suci) dan bumi sebagai yang profan (materi). Jika yang di langit turun ke bumi, seperti hujan, patut disyukuri.

Lanjutkan membaca “Curahan Hujan, Curahan Rahmat”