Jalan Termudah Menuju Kebaikan

Jalan Termudah

Dalam Islam, ditemukan banyak jalan menuju kebaikan. Ada yang berbiaya (mahal) sehingga tidak semua umat Islam sanggup menjalaninya seperti haji dan zakat. Ada pula jalan yang menuntut pengorbanan fisik yang luar biasa bahkan mempertaruhkan nyawa. Karena itu tidak semuanya sanggup menempuhnya, seperti melahirkan anak bagi perempuan atau jihad berperang di jalan Allah bagi kaum lelaki.

Tapi banyak pula jalan yang mudah dan ringan, dan bisa dilakukan oleh semua orang; apakah dia miskin atau kaya, lelaki atau perempuan, tua atau muda, penguasa atau rakyat jelata. Jalan apakah itu? Salah satunya adalah jalan yang diberikan oleh Nabi saw, yang kemudian dirumuskan sebagai ilmu menghadirkan. (lebih…)

Iklan

Ngaji Laku Mbecak

Saya ingin merasakan bagaimana beratnya jadi orang kecil, khususnya para tukang becak

Mbecak

:: Ilustrasi, foto oleh “Buta Warna” ::


Dua tahun saya absen bersilaturahmi pada beliau. Beberapa hari lalu alhamdulillah, saya disempatkan Allah kembali bertamu ke rumah beliau di sebuah kota di Jawa Timur.

Saya sedikit kaget saat mendapati di depan rumah terparkir becak dan dokar (tanpa kuda). Tapi saat tuan rumah tahu kedatangan kami, buru-buru beliau langsung mengajak kami masuk.

Di ruang tamu kami ngobrol sana-sini, akhirnya sampailah pada pembicaraan tentang becak yang sempat saya pikirkan di awal tadi.

Oh injih, sakniki kulo mbecak [Oh ya, sekarang saya jadi tukang becak],” penjelasan beliau pada kami soal adanya becak yang terparkir di depan.

Kami kaget dan hampir tak percaya jika beliau sekarang mbecak. Sebab kami mengenal beliau sebagai pengusaha dan (mantan) aktivis LSM. Termasuk orang yang berkecukupan dan terpandang di kota itu.

Tapi setelah mendapat penjelasan panjang lebar, kami percaya bahwa beliau benar-benar mbecak. Suka duka tukang becak akhirnya beliau ceritakan, misalnya bagaimana beratnya mengayuh (nggenjot) becak dalam rute yang panjang dengan beberapa tanjakan.

Bagaimana rasanya juga ketika mendapati ada penumpang yang membayar ongkos becak tanpa menampakkan muka (mengulurkan tangan dari pungung).

(lebih…)