Puasa Bicara, Mendengar, dan Melihat

Selain puasa yang lazim kita lakukan, tidak makan, minum, dan berhubungan intim suam istri, seharusnya juga jika kita mengendalikan indera lahiriyah kita: lidah dengan puasa bicara, telinga dengan puasa mendengar, dan mata dengan puasa melihat. Puasa inilah yang disebut puasa tarikat (Jalaluddin Rakhmat, Meraih Cinta llahi Pencerahan Sufistik, Rosda, 1999). Pertama, puasa bicara. Puasa bicaraLanjutkan membaca “Puasa Bicara, Mendengar, dan Melihat”

Beri peringkat:

Pesan-Pesan Penting Puasa

IBADAH puasa memang “aneh”. Bagaimana tidak? Dalam puasa, kita dilarang mengkonsumsi makanan dan minuman halal, baik ditinjau dari sisi kepemilikan maupun dzatnya sebelum tiba waktunya. Kita juga dilarang melakukan hubungan intim dengan istri atau suami sah kita. Pesan apa dibalik “keanehan” tersebut. Pertama, puasa adalah peragaan penting pengendalian hawa nafsu. Kita diuji secara eksterm untukLanjutkan membaca “Pesan-Pesan Penting Puasa”

Beri peringkat:

Binatang Manusia?

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati (tetapi) tidak dipergunannya untuk mendengar; mereka rnempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat; dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar: Mereka itu sebagai binatang ternak (an’am), bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (AlLanjutkan membaca “Binatang Manusia?”

Beri peringkat: