Siapakah Tuhan?

Meskipun secara eksistensial manusia sadar dan mengakui adanya Tuhan, namun secara substansial manusia tidak mungkin mengetahui sosok Tuhan. Relevan dengan ini, adalah kisah pencarian Tuhan yang dilakukan oleh Ibrahim, seperti yang terekam dalam Al An’am/6:75-79: “Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan (Kami memperlihatkan) agarLanjutkan membaca “Siapakah Tuhan?”

Beri peringkat:

Banyak Baca …

Banyak baca, banyak lupa … kwok … kwok. Sedikat baca, sedikit lupa … kwok … kwok. Tidak baca, tidak lupa … kwok … kwok Kalimat di atas saya cuplik dari iklan layanan masyarakat yang pernah dimuat harian Kompas sekitar tahun 1997, persembahan Ammirati Puris Lintas bekerja sama dengan Kompas dan Reprindo Warna Indah. Pemuatan iklanLanjutkan membaca “Banyak Baca …”

Beri peringkat:

Thaghut, Fir’aun, dan Kita?

Di antara jalan yang menjerumuskan manusia menjadi tuhan (palsu) adalah sikap tiranik, yaitu, meminjam Nurcholish Madjid, sikap yang selalu ingin memaksakan kehendak kepada orang lain tanpa memberi peluang kepada orang itu untuk melakukan pertimbangan bebas (dalam bahasa Al Qur’an sikap tiranik disebut thughyan, yang dari kata itu terambil kata thaghut, “si tiran”). Untuk memahami sikapLanjutkan membaca “Thaghut, Fir’aun, dan Kita?”

Beri peringkat: