Pemilu dan Politisasi Agama

Banyak partai politik (bercorak) agama (Islam), selanjutnya disebut parpol Islam, yang mengikuti pemilu. Sejalan dengan itu, kritik—bahkan sinisme dan kecaman—masih juga terdengar dari kalangan nasionalis-liberalis terhadap partai-partai tersebut. Di antaranya: partai primordial, membangkitkan politik aliran, dan—yang sangat telak—bermaksud mendirikan negara Islam. Tuduhan yang terakhir ini, tentu saja merepotkan, karena “Negara Islam” masih menjadi “hantu” bagiLanjutkan membaca “Pemilu dan Politisasi Agama”

Beri peringkat:

Pesta Demokrasi untuk Apa?

Sebentar lagi bangsa Indonesia menyongsong pesta demokrasi. Disebut pesta karena pemilu dimetaforakan sebagai hajatan. Orang Jawa menyebut duwe gawe. Memang, pemerintah, partai politik, para calon anggota legislatif (caleg), pelaku bisnis, dan rakyat Indonesia hendak punya gawe menerapkan teori demokrasi, yaiktu melaksanakan pemilihan legislatif serta pemilihan presiden dan wakil presiden. Dalam implementasinya, pesta di sini bukanLanjutkan membaca “Pesta Demokrasi untuk Apa?”

Beri peringkat:

Ponari dan Kritik Dunia Medis

Semula siapa yang kenal dan peduli pada Ponari, bocah cilik asal sebuah dusun di Jombang itu. Tapi pekan-pekan ini kita dikejutkannya. Tersebar kabar bahwa Ponari bisa menyembuhkan berbagai penyakit melalui media batu yang dicelupkan pada air putih dan diminum sebagai obat. Batu itu sendiri konon ditemukan Ponari secara misterius saat disambar petir dalam guyuran hujan.Lanjutkan membaca “Ponari dan Kritik Dunia Medis”

Beri peringkat: