Meskipun secara eksistensial manusia sadar dan mengakui adanya Tuhan, namun secara substansial manusia tidak mungkin mengetahui sosok Tuhan. Relevan dengan ini, adalah kisah pencarian Tuhan yang dilakukan oleh Ibrahim, seperti yang terekam dalam Al An’am/6:75-79: “Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan (Kami memperlihatkan) agarLanjutkan membaca “Siapakah Tuhan?”
Arsip Kategori: Ketuhanan
Thaghut, Fir’aun, dan Kita?
Di antara jalan yang menjerumuskan manusia menjadi tuhan (palsu) adalah sikap tiranik, yaitu, meminjam Nurcholish Madjid, sikap yang selalu ingin memaksakan kehendak kepada orang lain tanpa memberi peluang kepada orang itu untuk melakukan pertimbangan bebas (dalam bahasa Al Qur’an sikap tiranik disebut thughyan, yang dari kata itu terambil kata thaghut, “si tiran”). Untuk memahami sikapLanjutkan membaca “Thaghut, Fir’aun, dan Kita?”
Kultus Menjelma Tuhan
Salah satu implementasi ajaran tauhid adalah adanya pandangan yang menempatkan posisi manusia pada posisi kemanusiaannya. Manusia tidak dihargai lebih rendah atau lebih tinggi dari nilai kemanusiaannya. Manusia adalah manusia. Dia bukan hewan bukan pula malaikat, apalagi tuhan. Tetapi dalam kenyataannya, terjadi banyak penyimpangan atas pandangan proporsional tentang manusia seperti dijelaskan di atas. Salah satunya adalahLanjutkan membaca “Kultus Menjelma Tuhan”