Multimakna dan Multiefek Mudik

Siapa yang pergi, pasti rindu pulang laksana burung yang terbang ribuan kilometer dan kembali lagi ke sarangnya maka pulang (mudik) adalah simbol kembali ke asal mula sebab kepulangan selalu mengingatkan pada sangkan paran (asal usul kejadian) dan inilah sambutan Tuhan bagi yang segera pulang — kepulangan yang tak harus menunggu kematian (fisik): “Wahai jiwa yangLanjutkan membaca “Multimakna dan Multiefek Mudik”

Beri peringkat:

Seorang “Rasul” Diutus Allah Menemui Kami *)

Sekilas tentang Kelahiran Penerbit “Kanzun Books” dan Buku “Bahagia Tanpa Menunggu Kaya”     Pendapat bahwa kerasulan belum berakhir tidaklah salah seratus persen. Buktinya beberapa pekan lalu Allah masih mengirim seorang “utusan” bernama Awang Surya kepada CV Cakrawala, perusahaan tempat saya bekerja. Rasul secara bahasa memang bermakna utusan. Dan Mas Awang, demikian kami memanggil, adalahLanjutkan membaca “Seorang “Rasul” Diutus Allah Menemui Kami *)”

Beri peringkat:

Membaca “Ayat-ayat Cinta”

Sampai tulisan ini dibuat, novel berjudul “Ayat-ayat Cinta” karya Habiburrahman El Shirazy telah terjual di pasaran lebih dari 450.000 buku [Jawa Pos, 23/3/08]. Pada saat yang lain, film dengan judul yang sama hasil adopsi novel tersebut telah ditonton lebih dari 3.000.000 penonton film di bioskop. Sebuah rekor baru jumlah penonton film bioskop di Indonesia, yangLanjutkan membaca “Membaca “Ayat-ayat Cinta””

Beri peringkat: